Sukses Menggapai Impian Jadi Penulis Berkat Internet Tanpa Batas

Siapa sih yang nggak bangga melihat bukunya ada di toko buku? Tentu saja, melihat nama sendiri ada di sampul buku juga melihat buku karya sendiri bersanding dengan buku-buku penulis besar merupakan kebanggaan luar biasa. Apalagi diakui sebagai penulis lalu diundang ke berbagai kongres dan acara kepenulisan. Rasanya benar-benar seperti mimpi.

Dulu, saya bahkan tidak berani membayangkan kalau ini ternyata bisa terjadi. Namun, Tuhan itu luar biasa baik. Segala sesuatu yang mulanya terlihat seperti mimpi itu bisa terwujud. Semua berkat internet tanpa batas.

 

manfaat internet indiHome


 

Suka Menulis Sejak SD

Saya dulu lahir dari keluarga kurang mampu. Buku adalah sebuah kemewahan buat saya. Karena keterbatasan ini, saya kemudian berinisiatif menuangkan pikiran ke dalam tulisan. Saya menyisihkan uang jajan untuk membeli buku tulis. Saya menulis karangan saya di buku tulis tersebut lalu kadang memberikannya kepada teman untuk dibaca.

Saya juga iseng memfotokopi hasil tulisan saya lalu menjualnya ke teman-teman seharga seratus lima puluh rupiah. Tak disangka, tulisan ini lumayan laku. Saya sempat menjalankan usaha ini lalu bekerja sama dengan beberapa teman. Saya membuat tulisan, teman yang punya mesin ketik mengetikkan, lalu hasil usaha dibagi rata.

Dari sini, rasa suka saya pada dunia kepenulisan semakin tumbuh.

 


 

 

Berhenti Menulis

Suatu hari, Mama saya menemukan tulisan-tulisan saya. Keluarga saya memang tipe pencemooh jadi wajar saja kalau kemudian Mama mencemooh seraya mengingatkan kalau saya harusnya mementingkan sekolah. Mama memang sangat melarang saya beraktitivas di luar sekolah. Dari ekskul karate sampai belajar menari, semuanya tidak boleh.

Karena sakit hati, saya lalu berhenti menulis. Seiring berlalunya waktu, saya pun mulai melupakan hobi saya ini.

 

manfaat internet
Kiriman foto dari pembaca

 

Mulai Menulis Lagi

Waktu hamil anak pertama, dokter mengharuskan saya mengurangi kegiatan. Saya berhenti kuliah saat itu. Kebetulan juga, saat itu, suami memasang internet di rumah. Suami yang khawatir saya tidak ada kegiatan kemudian mengusulkan agar saya mencoba iseng menulis. Saya mengikuti saran suami dan berkat adanya internet ini, saya bertemu beberapa penulis di media sosial. Sebutlah Mbak Triani Retno, Mbak Primadonna Angela, Lexie Xu, semua penulis ini bisa ditemui di facebook.

Meski sudah senior, para penulis ini sangat baik dan menyemangati saya. Saya ingat sekali, saat itu, Mbak Primadonna Angela memberi saya satu kata: NIAT. Satu kata inilah yang menguatkan saya saat terkena writer’s block dan saat ingin menyerah.

 

manfaat internet
Bersama Reni Erina (editor majalah Story), Mayoko Aiko, dan Putra Gara.



Novel pertama saya, My Lovely Gangster, kemudian selesai ditulis dalam jangka waktu lima tahun. Saat itu, saya memberanikan diri mengirimkan novel perdana saya itu ke Gramedia Pustaka Utama. Saya pun nekat mengeprint novel ini lalu mengirimkannya ke Redaksi Gramedia. Sayangnya, novel ini langsung ditolak. Saya sempat berkecil hati, tapi, lagi-lagi saya dikuatkan teman penulis, kali ini Mbak Ria N Badaria yang memberi saran agar tulisan saya lebih ciamik.

 

manfaat internet
Dua novel debut saya.

 

 Setelah menguatkan kepercayaan diri, saya merevisi naskah itu dan mengirimkannya lagi. Saat ini, semakin terasa kalau internet itu membuat segalanya kian praktis. Kalau sebelumnya saya mengirimkan hardcopy naskah lewat ekspedisi paket, kini, saya cukup mengirimkan softcopy lewat alamat e-mail penerbit.

Penolakan demi penolakan pun kemudian masuk ke e-mail saya. Sampai akhirnya, My Lovely Gangster berhasil diterima Penerbit Media Pressindo di tahun 2011.

 

Berprestasi di Jalur Menulis

Setelah novel debut saya terbit, saya semakin berani mengirim naskah dan mengikuti perlombaan. Beberapa kali kalah, beberapa kali juga saya menang. Dari pengalaman-pengalaman ini, saya banyak belajar.

 

manfaat internet
penghargaan dari Qanita (Grup Mizan)

 


Kemenangan paling berkesan bagi saya adalah ketika saya berhasil menjadi Juara III Lomba Menulis Novel Amore Gramedia Pustaka Utama. Rasanya bangga sekali bisa ‘menaklukkan’ penerbit impian saya sedari kecil.

 

manfaat internet
Trofi kebanggaan

 

Kemenangan demi kemenangan ini kemudian menjadi jalan bagi saya untuk semakin memantapkan diri di dunia menulis. Kalau diingat lagi, ini adalah keajaiban yang tidak berani saya bayangkan sebelumnya.

 

manfaat internet
Novel Heart Quay di salah satu toko Gramedia

 

 

Semakin Giat Menulis dengan Bantuan Jaringan IndiHome

Manfaat internet sungguh luar biasa. Sampai sekarang, jaringan internet sangatlah membantu proses kepenulisan dari awal. Dengan menggunakan jaringan internet, saya bisa melakukan riset pustaka dengan membuka situs-situs informasi. Adanya banyak platform baca-tulis digital juga memungkinkan saya untuk mengunggah karya dan mendapatkan pundi-pundi rupiah dari tulisan-tulisan saya.

 

manfaat internet

 

Bisa dibilang, jaringan internet yang stabil adalah kebutuhan bagi pekerja kreatif seperti saya. Karena itulah, sejak tahun 2019 lalu, saya memutuskan untuk menggunakan provider IndiHome.

IndiHome merupakan layanan digital yang menyediakan internet, telepon rumah, dan TV interaktif dengan beragam pilihan paket serta layanan tambahan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Jaringan IndiHome yang menggunakan fiber optik membuat akses internet menjadi cepat, mampu mentransfer data hingga 100 Mbps jauh lebih cepat dibandingkan jaringan kabel tembaga.

 

manfaat internet
layanan IndiHome

 

Saya sendiri, karena memang membutuhkan internet untuk bekerja, saya hanya memilih paket internet 2 play dengan kecepatan 30 Mbps. Kecepatan ini sudah cukup digunakan untuk saya dan orang tua yang sering menonton Youtube.

Keunggulan utama IndiHome yang saya rasakan adalah pelayanan yang sigap dan cekatan dari petugas. Kalau internet di rumah mengalami gangguan, Customer Care IndiHome bergerak cepat menanggapi laporan saya. Biasanya, hanya berselang satu-dua hari, petugas akan datang memeriksa perangkat dan kabel. Setelahnya, internet akan bisa normal kembali.

 

Internet Tanpa Batas Membantu Mewujudkan Impian

Desember 2021 lalu, E. Kurniawan, Vice President Marketing Management Telkom mengatakan kalau saat ini IndiHome telah menjangkau 96,5 persen kabupaten/kota. Sebanyak 496 dari 514 kabupaten/kota sudah dijangkau oleh layanan IndiHome. Sedangkan pulau terluar Indonesia seperti: Bintan, Karimun, Kei, Alor, Simeulue, Weh, Sebatik, Rote, Sabu dan Nusa Penida juga sudah berhasil dijangkau.

Layanan internet IndiHome bahkan dinobatkan sebagai The Most Innovative Home Internet Services dalam ajang Indonesia Gadget Award 2021 dari Gizmologi. Ini membuktikan komitmen Telkom Indonesia dan IndiHome dalam mempermudah masyarakat untuk tetap beraktivitas tanpa batas dari rumah.

 



 

Jika diingat-ingat lagi, saya benar-benar mensyukuri adanya jaringan internet di daerah saya. Manfaat internet sungguh saya rasakan hingga saat ini. 

 

manfaat internet
Kenal dengan penulis hebat

 

Dahulu, saya tidak pernah membayangkan seorang perempuan Bali yang tinggal di desa mampu menembus ibu kota melalui tulisan saya. Tidak menutup kemungkinan, penulis-penulis di daerah lain juga mampu menuliskan karya-karya terbaik mereka berkat adanya jaringan internet di daerah mereka.

 

manfaat internet
Terus berkarya tanpa batas

 

Terima kasih IndiHome, internetnya Indonesia dengan layanan yang sudah menjangkau seluruh wilayah nusantara. Dengan adanya jaringan internet tanpa batas, tiap penulis daerah punya kesempatan untuk mewujudkan impian melahirkan karya-karya berkualitas.

 

internetnya indonesia
IndiHome, internetnya Indonesia.

 

 

Referensi:

https://www.merdeka.com/teknologi/hampir-100-persen-kota-atau-kabupaten-di-indonesia-dijangkau-indihome.html.

 https://indihome.co.id

 

 

putu felisia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kedai Kopi Butter: Kafe Hits Denpasar Rasa Kopitiam Singapore

Sinopsis dan Review Drama China The Blood of Youth: Drama Paling Ditunggu Tahun Ini!

Ini Dia Pasar Termodern di Denpasar: Pasar Galang Ayu!