Saatnya Dengar Alam Bernyanyi

Suatu pagi, saya mendengar satu lirik lagu: Bila kau ada waktu, lihat aku di sini, indah lukisan Tuhan, merintih ingin kau kembali, beri cintamu lagi ....

Melodinya easy listening sekali. Saya jadi makin penasaran sama lagu itu. Ini pasti lagu yang luar biasa, pikir saya. Dan benar saja, lagu Dengar Alam Bernyanyi yang dinyanyikan Laleilmanino (Lale, Ilman, & Nino), Chicco Jerikho, HiVi!, dan Sheila Dara Aisha ini memiliki misi penting untuk dunia kita ini.

 

dengar alam bernyanyi

 

Selanjutnya, mari kita sedikit menelaah lagu Dengar Alam Bernyanyi ciptaan Laleilmanino ini 😊

 

dengar alam bernyanyi


Lirik pertama tadi menyiratkan kehidupan manusia yang terburu-buru (bila kau ada waktu). Manusia masa kini banyak yang terjebak dalam hustle culture, budaya yang selalu memaksa manusia bekerja sekuat tenaga tanpa menikmati hidup. Saking sibuknya, manusia perlu disadarkan akan keindahan alam (indah lukisan Tuhan). Alam yang begitu damai dan tenang ini dikatakan merintih, ingin manusia kembali memberi cinta.

 

Catatan Perjalanan:

Melihat Langsung Kabut di Kintamani

 

Dalam buku What Happened to You, Oprah Winfrey dan Profesor Bruce D.Perry mengemukakan kalau alam bisa berperan banyak dalam regulasi emosi manusia. Karena itu, manusia dan alam memiliki ikatan yang kuat. Kalau di Bali, ada yang namanya Tri Hita Karana: filosofi kebahagiaan yang bersumber pada tiga hubungan: 

 

  1. Hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
  2. Hubungan manusia dengan alam.
  3. Hubungan manusia dengan manusia.

Sayangnya, di zaman modern ini, manusia cenderung individualistik dan pada akhirnya menjadi karakter yang serba acuh tak acuh.

 

dengar alam bernyanyi
Konsep Tri Hita Karana Bali (sumber: Pemkab Buleleng, edited by Canva)

 

Lanjut ke baris kedua, di sini penulis lagu menuliskan:  Bila kaujaga aku, kujaga kau kembali, berhentilah mengeluh. Ingat, kau yang pegang kendali, kau yang mampu obati, sudikah kau kembali?

Di balik lirik ini tersirat makna kalau manusia hendaknya ingat kalau dia memegang kendali. Alih-alih mengeluh, hendaknya manusia ingat kalau apa yang terjadi saat ini sebagian besar terjadi karena ulah manusia.

 

dengar alam bernyanyi


 

Salah satu dampak tindakan manusia adalah pemanasan global. Pemanasan global atau proses meningkatnya suhu rata-rata udara, atmosfer, laut, dan daratan bumi ini mulanya terjadi secara alami. Namun, belakangan ini, pemanasan global berlangsung cepat dan terjadi karena berbagai pencemaran, industri, dan penggundulan hutan.

 

Sedih banget, ya? 😢

Padahal, hutan merupakan paru-paru dunia. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak hutan yang bervariasi, dari hutan pegunungan, hutan dataran rendah, hingga hutan pantai. Indonesia terkenal sebagai negara tropis dan memiliki curah hujan tinggi serta membuat tanaman tumbuh subur #IndonesiaBikinBangga

Kekayaan hutan Indonesia salah satunya adalah kayu. Indonesia memiliki 4.000 jenis kayu yang tersebar hampir di seluruh hutan Indonesia. Contohnya: Kayu keruing, meranti dan agathis yang dihasilkan di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan. Kayu jati banyak dihasilkan di Jawa Tengah. Rotan yang banyak dihasilkan di Kalimatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat. Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur. Kayu rasamala dan akasia banyak dihasilkan di Jawa Barat #HutanKitaSultan

Luar biasa banget

Sayangnya kekayaan alam ini sering dimanfaatkan oleh para pencuri kayu untuk meraup kekayaan. Padahal, perbuatan mereka jelas bisa membahayakan hutan. Jika saja hutan benar-benar habis, bumi akan menjadi sangat tandus. 

 

dengar alam bernyanyi

 

 

Pandanglah indahnya biru yang menjingga, simpanlah gawaimu, hirup dunia, sambutlah mesranya bisik angin yang bernada, dengar alam bernyanyi ....

 

Hal ini tidak akan bisa terjadi tanpa adanya hutan. Kita harus mengingat hal ini.

 

Bila kau lelah dengan panasnya hari

Jagalah kami agar sejukmu kembali

Bersatulah, hajar selimut polusi

Ingatlah, hai, wahai kau manusia (wahai kau manusia)

Tuhan menitipkan aku

Ho, di genggam tanganmu (di genggam tanganmu)

 

Manusia memiliki tanggung jawab menjaga alam 👌


dengar alam bernyanyi

 

 

Seperti yang ditulis dalam lirik lagu Dengar Alam Bernyanyi tadi, Tuhan mempercayakan bumi kepada manusia. Karena itu, siapapun kita, kita bisa melakukan sesuatu untuk menjaga alam. Meski kecil, hal-hal di bawah bisa jadi berdampak bagi dunia:

 

  • Memisahkan sampah organik dan non organik.
  • Membiasakan makan zero waste/tidak membuang makanan.
  • Memanfaatkan sampah semaksimal mungkin dan melakukan daur ulang.
  • Menanam pohon.
  • Menghemat listrik dan BBM.

 

Hal-hal di atas mungkin terlihat kecil, tapi, kalau yang melakukan hal itu 100, 1000, atau sejuta, atau semilyar orang, bukannya mustahil hal itu bisa berdampak besar menjaga keberlangsungan hidup alam.

 

Dengarkanlah

Bisik mesra

Alam bernyanyi

Bawa canda dan riang tawa

Untuk dunia, oh

Gunakan telinga, hati

Cobalah dengar nyanyian kami, oh-oh-ho

Bayangkanlah hidupmu

Bila tak ada kami ....

 

Tak perlu tafsir lagi dari lirik lagu di atas. Sudah pasti kita membutuhkan alam dan kita wajib menjaga alam agar kita tetap bisa hidup bersama alam dengan selaras. 

 

dengar alam bernyanyi

 

 

Kesan Terakhir

Saya merasa, lagu Dengar Alam Bernyanyi ini benar-benar lagu yang layak didengarkan dan disebarluaskan. Misi dari lagu ini benar-benar besar dan hendaknya bisa menjangkau banyak orang.

 

Nah, kalian yang punya Spotify langsung aja dengarkan lagunya di Dengar Alam Bernyanyi - Spotify.

 

Buat pendengar Apple Music, langsung saja, yuk, ke Dengar Alam Bernyanyi - Apple Music

 

Dan yang suka dengar lagu sambil nonton, kalian bisa langsung ke Youtube:

 


 

 

Oh, ya, dengan mendengar lagu ini kalian juga bisa berkontribusi untuk hutan Indonesia, lho. Karena semakin banyak pendengarnya, semakin banyak pula donasi bagi pelestarian hutan Indonesia #TeamUpforImpact

 

Mari lestarikan hutan Indonesia. Sudah saatnya kita #DengarAlamBernyanyi  #UntukmuBumiku.

 

 

Referensi:

https://adjar.grid.id/read/542743242/mengenal-potensi-sumber-daya-hutan-di-indonesia-serta-manfaat-hutan?page=all

http://bpkh8.menlhk.go.id/pdf/keg_2016/buku_ipkhb/ipkhb_bab3.pdf

https://bali.bps.go.id/statictable/2018/04/11/75/luas-kawasan-hutan-dan-konservasi-perairan-serta-persentasenya-menurut-fungsi-kawasan-hutan-di-provinsi-bali-2021.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

 

 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.